Mengenal nama-nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

20171103 - Bulletin v2

Klik gambar untuk mengunduh buletin ini, lalu cetak pada kertas Folio (F4) dan bagikan di masjid terdekat anda setelah diizinkan takmir.

Wujud cinta kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Sebagai seorang mukmin, wajib bagi kita untuk mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, cinta yang hakiki tidak hanya berhenti pada pengakuan dan perkataaan saja. Akan tetapi, ia juga akan berbuah pada amal perbuatan di keseharian kita. Di antara wujud cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mempelajari biografi, sirah, dan syari’at beliau. Pada buletin ini kami mempersembahkan kepada para pembaca salah satu bahasan penting dalam biografi beliau, yaitu tentang nama-nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nama beliau mengandung sifat

Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata, “Semua [nama Rasulullah] bukanlah sekedar nama yang berfungsi sebagai pengenal belaka. Tetapi, semua itu adalah nama yang mengandung sifat, yang ini menunjukkan betapa terpujinya dan mulianya beliau.” [Zadul-Ma’ad, karya Ibnul-Qayyim, 1/84]

Beberapa nama beliau yang paling banyak dibahas

Muhammad (محمد)

Makna nama Muhammad adalah orang yang paling banyak memiliki sifat-sifat yang terpuji. Ini adalah nama beliau yang paling masyhur. Nama ini disebut di dalam kitab Taurat secara jelas sehingga seluruh ulama’ ahlu kitab sepakat atas nama ini. Kakek beliau, ‘Abdul-Muththalib, memberi beliau nama Muhammad dengan harapan agar Allah memujinya di langit dan para hamba Allah juga memujinya di bumi.

Sebelum kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika tersebar kabar bahwa nabi dan rasul terakhir akan muncul dengan nama Muhammad, sebagian orang Arab menamai anaknya dengan nama Muhammad dengan harapan dialah nabi dan rasul terakhir yang dimaksud. Ibn Qutaibah dan as-Suhailiy menyebutkan tiga orang yang bernama Muhammad sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara Ibn Sa’d menyebutkan lima, al-Qadhiy menyebutkan tujuh, dan as-Sakhawiy dan Mughlathay menyebutkan lima belas. Akan tetapi, tidak ada dari mereka yang mengklaim kenabian sama sekali, tidak pula ada orang lain yang mengklaim bahwa mereka adalah nabi, dan muncul sifat dan karakteristik dari mereka yang membuat orang ragu bahwa mereka adalah nabi dan rasul terakhir yang ditunggu-tunggu. Hingga akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan membawa seluruh sifat dan karakteristik nabi dan rasul terakhir yang telah disebutkan dalam Taurat dan Injil.

Ahmad (أحمد)

Maknanya adalah orang yang dipuji dengan pujian yang paling afdhal. Jika nama Muhammad terkait dengan jumlah sifat terpuji yang ada pada beliau, maka nama Ahmad terkait dengan bagaimana beliau dipuji. Nama Ahmad adalah nama yang disebutkan oleh Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam ketika beliau menyebutkan tentang nabi akhir zaman. Tidak ada orang sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki nama Ahmad.

al-Mahiy (الماحي)

Maknanya adalah orang yang dengan perantaraannya Allah menghapuskan kekufuran. Tidaklah ada kekufuran yang dihapuskan oleh Allah melalui perantaraan seseorang yang sebesar kekufuran yang dihapuskan olehNya melalui perantaraan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

al-Hasyir (الحاشر)

Beliau memiliki nama al-Hasyir karena seluruh manusia akan dikumpulkan di akhirat di hadapan beliau.

al-‘Aqib (العاقب)

Beliau memiliki nama al-‘Aqib karena beliau diutus setelah seluruh para nabi dan rasul lainnya. Itu berarti tidak ada lagi nabi dan rasul yang diutus setelah beliau.

Lima nama di atas disebutkan dalam hadits Jubair ibn Muth’im radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, dan aku adalah al-Mahiy yang dengan perantaraanku Allah hapuskan kekufuran, dan aku adalah al-Hasyir yang seluruh manusia dikumpulkan di hadapanku, dan aku adalah al-‘Aqib yang tidak ada nabi setelahku.” [Shahih al-Bukhariy, no. 3532, dan Shahih Muslim, no. 2354]

al-Muqaffiy (المقفي)

Sebagaimana nama al-‘Aqib, makna nama al-Muqaffiy adalah orang yang mengikuti jejak para nabi dan rasul terdahulu. Oleh karena itu, beliau adalah nabi dan rasul yang terakhir.

Nabiyyut-Taubah (نبي التوبة)

Beliau memiliki nama Nabiyyut-Taubah karena Allah membuka pintu taubat kepada para penduduk bumi dengan perantaraan beliau. Tidaklah Allah menerima taubat dari manusia sebelumnya sebagaimana Dia menerima taubat dari mereka dengan perantaraan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, taubatnya umat Muhammad adalah taubat yang paling cepat dan paling mudah untuk diterima. Lihatlah bagaimana susahnya syarat diterimanya taubat Bani Isra’il setelah mereka menyembah patung anak sapi, yaitu hukuman mati bagi penyembah patung tersebut. Adapun untuk umat Muhammad, maka syarat diterimanya taubat adalah lima hal berikut: taubatnya tersebut ikhlas karena Allah, berhenti melakukan dosa, menyesal atas perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulangi, dan dia bertaubat sebelum ruh mencapai tenggorakannya.

Nabiyyur-Rahmah (نبي الرحمة)

Beliau memiliki nama Nabiyyur-Rahmah karena Allah mengutus beliau sebagai rahmat untuk semesta alam. Dengan wahyu yang beliau sampaikan, kita bisa mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui Nama-NamaNya dan Sifat-SifatNya. Dengan ajaran yang beliau terangkan, kita bisa mengetahui apa tujuan hidup kita di dunia ini. Dengan tuntunan yang beliau bimbingkan, kita bisa beribadah kepada Allah dengan tata cara yang dikehendaki olehNya. Dengan syari’at yang beliau bawa, keadilan dapat ditegakkan bahkan terkait hak orang kafir sekalipun, dan kasih sayang dapat diwujudkan bahkan terhadap binatang sekalipun.

Nabiyyul-Malhamah (نبي الملحمة)

Beliau memiliki nama Nabiyyul-Malhamah karena beliau diutus untuk berjihad memerangi musuh-musuh Allah. Tidaklah ada seorang nabi pun dan umatnya yang berjihad sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umat beliau berjihad.

Empat nama terakhir ini disebutkan dalam hadits Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, di mana beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kepada kami nama-nama beliau. Di antara yang kami hafal adalah perkataan beliau, ‘Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, al-Muqaffiy, Nabiyyut-Taubah, dan Nabiyyur-Rahmah.’” [Shahih Muslim, no. 2355] Pada sebuah riwayat, “Nabiyyul-Malhamah.” [Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, karya al-Albaniy, no. 1473]

al-Mutawakkil (المتوكل)

Maknanya adalah orang yang bertawakkal kepada Allah dalam menegakkan agama ini dengan sifat tawakkal yang tidak dimiliki oleh orang lain selain beliau.

‘Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa ayat tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,” [al-Qur’an, surat al-Fath, 8] juga terdapat di Taurat, “Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pelindung untuk kaum yang buta huruf. Kamu adalah hambaKu dan rasulKu. Aku beri kamu nama al-Mutawakkil.” [Shahih al-Bukhariy, no. 4838]

Andy Latief



Categories: Sirah & Tarikh

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s