Ketika detik-detik terakhir itu datang

20171201 - Bulletin

Klik gambar untuk mengunduh buletin ini, lalu cetak pada kertas Folio (F4) dan bagikan di masjid terdekat anda setelah diizinkan takmir.

Bilal ibn Sa’d berkata, “Wahai orang-orang yang hidup abadi selamanya! Sungguh kalian tidak diciptakan untuk menjadi sirna. Akan tetapi kalian diciptakan untuk hidup abadi selamanya. Kalian hanya akan berpindah dari satu dunia ke dunia lainnya (yaitu, akhirat).”

‘Abdullah ibn ash-Shamit berkata, “Aku mendengar ayahku berkata, ‘Wahai engkau yang tertipu dengan panjangnya waktu sehatmu, apakah engkau tidak mendengar orang yang mati tanpa sakit? Wahai engkau yang tertipu dengan panjangnya angan-anganmu, apakah engkau tidak melihat orang yang dicabut nyawanya tiba-tiba? Apakah engkau tertipu dengan sehatmu? Apakah memiliki panjang angan membuatmu aman? Apakah Malaikat Maut yang engkau tantang? Sungguh, ketika Malaikat Maut datang, dia tidak akan dihalangi darimu karena banyaknya hartamu atau banyaknya pengikutmu.’”

al-Hasan al-Bashriy berkata, “Sungguh manusia tidak akan menundukkan kepalanya kalau bukan karena tiga hal: kematian, penyakit, dan kemiskinan. Selain dari itu, maka dia adalah orang yang terburu nafsu.”

Tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [al-Qur’an, surat Ali ‘Imran, 185]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” [al-Qur’an, surat al-Jum’ah, 8]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sekali-kali jangan! Apabila nafas telah mendesak sampai ke tenggorokan. Dan dikatakan kepadanya, ‘Siapakah yang dapat menyembuhkan?’ Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis dengan betis. Kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau.” [al-Qur’an, surat al-Qiyamah, 26-30]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan datanglah sakaratul-maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.” [al-Qur’an, surat Qaf, 19-20]

Senantiasa mengingat kematian

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyak mengingat penghancur kelezatan.” [Sunan at-Tirmidziy, no. 2307, Sunan an-Nasa’iy, no. 1824, dan Sunan Ibn Majah, no. 4258]

Dari Ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau berkata, “Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang dan memberi salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mu’min yang paling afdhal?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya.’ Lalu dia berkata, ‘Lalu siapakah orang mu’min yang paling bijak?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati dan yang paling baik dalam melakukan persiapan untuk menghadapinya. Itulah orang yang paling bijak.’” [Sunan Ibn Majah, no. 4259]

ad-Daqqaq berkata, “Barangsiapa yang memperbanyak mengingat mati, maka dia akan dimuliakan dengan tiga hal: selalu bersegera untuk bertaubat, hati yang qana’ah, dan semangat dalam beribadah. Dan barangsiapa yang lupa tentang kematian, maka dia akan dihukum dengan tiga hal: selalu menunda taubat, tidak ridha’ dengan rezeki yang cukup, dan malas dalam beribadah.”

al-Hasan al-Bashriy berkata, “Mereka yang hidup sebelum kalian sering mengingat dekatnya kematian. Salah seorang dari mereka seringkali mengambil air untuk bersuci, buang hajat, lalu mengambil wudhu’, karena khawatir kematian datang kepadanya sementara dia tidak dalam keadaan suci.”

Beliau juga berkata, “Kematian telah membongkar hakikat dunia, sehingga tidak ada alasan lagi bagi orang yang berakal untuk bahagia di dalamnya. Tidaklah seseorang memaksa hatinya untuk mengingat mati kecuali menjadi kecil dunia itu di matanya dan menjadi hina apa-apa yang ada di dalamnya.”

‘Umar ibn ‘Abdil-‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang hatinya senantiasa mengingat mati, maka dia akan menganggap banyak apa yang dia miliki.”

Kematian adalah kabar buruk bagi mereka

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kalau saja kalian melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), ‘Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar.’” [al-Qur’an, surat al-Anfal, 50]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kalau saja kalian melihat ketika orang-orang zhalim berada dalam tekanan sakaratul-maut, sedang para malaikat memukul dengan tangan mereka (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawa kalian.’” [al-Qur’an, surat al-An’am, 93]

Kematian adalah kabar gembira bagi mereka

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (yakni, saat ajal datang) dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. Dan gembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh pula apa yang kalian minta. Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [al-Qur’an, surat Fushshilat, 30-32]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), ‘Salamun ‘alaikum, masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan.’” [al-Qur’an, surat an-Nahl, 32]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu.” [al-Qur’an, surat al-Fajr, 27-30]

Mengucapkan syahadat atau dituntun untuk mengucapkannya ketika ajal menjelang

Dari Mu’adz ibn Jabal radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang kalimat terakhirnya adalah laa ilaaha illallaah, maka ia masuk surga.” [Sunan Abi Dawud, no. 3116]

Husnuzhan kepada Allah ketika ajal menjelang

Dari Jabir ibn ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tiga hari sebelum beliau meninggal, ‘Tidaklah salah seorang dari kalian meninggal kecuali hendaknya dia berhusnuzhan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.’” [Shahih Muslim, no. 2877]

Mu’tamir ibn Sulaiman berkata, “Ketika ajal menjelang, ayahku berkata, ‘Wahai Mu’tamir, bicaralah kepadaku tentang rukhshah-rukhshah (kemurahan-kemurahan), supaya aku menghadap Allah ‘Azza wa Jalla dalam keadaan aku berhusnuzhan kepadaNya.”

Siapkanlah bekalmu

Mutharrif ibn ‘Abdillah berkata, “Sungguh kematian ini telah merusak kenikmatan orang-orang. Maka carilah kenikmatan yang tidak terputus oleh kematian!”

Andy Latief



Categories: Penyejuk Hati

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s