Saat ini Inggris sedang dingin-dinginnya akibat salju tebal dan angin kencang yang membuat salju-salju tersebut mengering. Mirip seperti padang pasir, namun yang berhempasan dihantam angin bukanlah pasir, tetapi salju kering. Ada dua pesan bagi kaum muslimin ketika kondisi seperti ini terjadi.

Pertama, jadikan momen ini sebagai kesempatan bagi kita untuk lebih bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab dengan adanya cuaca yang dingin membeku ini, kita akan teringat pada Kebesaran dan Kekuasaan Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, dingin akut yang kita rasakan saat musim dingin adalah salah satu dari dua nafas Neraka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(اشتكت النار إلى ربها، فقالت: يا رب أكل بعضي بعضا، فأذن لها بنفسين: نفس في الشتاء ونفس في الصيف، فهو أشد ما تجدون من الحر وأشد ما تجدون من الزمهرير).

“Neraka mengeluh kepada Rabbnya seraya berkata, ‘Wahai Rabbku, sebagian dari diriku memakan sebagian yang lain.’ Maka, Allah mengizinkannya untuk memiliki dua nafas: nafas di musim dingin dan nafas di musim panas. Itu adalah panas yang paling akut yang kalian dapati (saat musim panas) dan dingin yang paling akut yang kalian dapati (saat musim dingin).” [Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy, no. 3087, dan Muslim, no. 617]

Jika di dunia saja kita sudah tidak mampu untuk menahan pekatnya dingin akibat salju yang tebal dan angin yang menderu ini, maka kita bisa membayangkan bagaimana pula beratnya siksaan Neraka di Akhirat kelak. Wal-‘iyadzu billah.

Kedua, hendaknya kita tidak mencela hujan dan salju yang turun, angin yang menderu, dan cuaca yang dingin ini, sebab mereka semua adalah makhluk Allah. Mencela mereka pada hakikatnya adalah mencela Dzat yang menetapkan dan mengirim mereka, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari Ubay ibn Ka’b radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(لا تسبوا الريح، فإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا: اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح وخير ما فيها وخير ما أمرت به، ونعوذ بك من شر هذه الريح وشر ما فيها وشر ما أمرت به).

“Janganlah kalian mencela angin. Jika kalian melihat apa yang kalian benci, maka katakanlah, ‘Allaahumma innaa nas’aluka min khairi hadzihir-riih wa khairi maa fiihaa wa khairi maa umirat bihi, wa na’uudzu bika min syarri hadzihir-riih wa syarri maa fiihaa wa syarri maa umirat bihi.’ (Ya Allah, kami memohon kepadaMu atas kebaikan dari angin ini, kebaikan dari apa yang ada padanya, dan kebaikan dari apa yang dia diperintahkan untuknya, dan kami berlindung kepadaMu dari keburukan dari angin ini, keburukan dari apa yang ada padanya, dan keburukan dari apa yang dia diperintahkan untuknya.)” [Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidziy, no. 2252]

Abu Umar Andy Latief — @ Selly Oak, Birmingham, UK

Posted by Andy Latief

Kami adalah mahasiswa doktoral di Theoretical Physics Group, School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK. Sebelumnya, kami pernah belajar di Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), dan sebagai mustami’ di Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.