Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan jika saya tidak mengqadha’ puasa Ramadhan hingga datang bulan Ramadhan berikutnya?

Jawab:

Jika dia memiliki ‘udzur dalam keterlambatannya untuk mengqadha’ puasa Ramadhan ini, maka hanya wajib baginya qadha’ puasa. Misal, jika dia sakit secara terus-menerus atau safar secara terus-menerus hingga masuk bulan Ramadhan berikutnya, maka hanya wajib baginya qadha’ puasa. Tidak ada dosa baginya dalam keterlambatan ini karena dia memiliki ‘udzur syar’iy.

Adapun jika dia tidak memiliki ‘udzur, seperti sengaja tidak mengqadha’ puasa Ramadhan yang dia tinggalkan tersebut hingga masuk bulan Ramadhan berikutnya, maka wajib baginya untuk bertaubat karena ini adalah perbuatan dosa, dan juga wajib baginya untuk mengqadha’ puasa dan membayar fidyah. Ini adalah pendapat Ibn ‘Abbas dan Abu Hurairah dari kalangan sahabat, dan ini adalah madzhab jumhur ulama’, yaitu Malik, asy-Syafi’iy, dan Ahmad.

Fidyah adalah memberi makanan kepada orang miskin sejumlah hari yang dia tinggalkan. Misal, jika dia meninggalkan puasa Ramadhan selama lima hari hingga masuk bulan Ramadhan berikutnya, maka wajib baginya untuk memberi makanan kepada lima orang miskin. Makanan yang diberikan ini bisa berupa makanan pokok (misal, beras) sebanyak satu mudd (750 ml) atau berupa satu porsi makanan yang sudah matang.

Adapun madzhab Abu Hanifah, maka beliau hanya mewajibkan qadha’ puasa, walaupun orang tersebut tidak memiliki ‘udzur dalam keterlambatannya mengqadha’ puasa Ramadhan. Beliau berdalil dengan tidak adanya dalil shahih dalam masalah ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wajibnya fidyah. Akan tetapi, jumhur ulama’ berdalil dengan pendapat sebagian sahabat Nabi tentang wajibnya fidyah, dan tidak diketahui adanya sahabat Nabi lainnya yang menyelisihi pendapat tersebut. Inilah pendapat yang kami anggap lebih kuat.

Abu Umar Andy Latief

Posted by Andy Latief

Kami adalah mahasiswa doktoral di Theoretical Physics Group, School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK. Sebelumnya, kami pernah belajar di Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), dan sebagai mustami’ di Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.