Bolehkah wanita shalat berjama’ah di masjid?

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya wanita yang selalu shalat berjama’ah di masjid? Saya pernah dengar kalau wanita itu lebih utama jika shalat di kamarnya. Jika shalat lima waktunya dilakukan di masjid bagaimana? Apalagi jarak rumahnya jauh dari masjid.

Jawab:

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi, amma ba’du.

Pertama: Syari’at memberikan hukum yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan tentang shalat berjama’ah lima waktu di masjid. Untuk laki-laki, para ulama’ berbeda pendapat. Ada yang mengatakan fardhu kifayah, dan ada juga yang mengatakan fardhu ‘ain selama tidak ada ‘udzur syar’iy. Pendapat pertama adalah pendapat madzhab, sedangkan pendapat kedua adalah pendapat yang insyaAllah lebih kuat dalam masalah ini. Adapun untuk perempuan, maka hukum shalat berjama’ah lima waktu di masjid adalah sunnah.

al-Imam Yahya ibn Syaraf an-Nawawiy rahimahullah berkata,

وأما النساء، فلا تفرض عليهن الجماعة، لا فرض عين، ولا كفاية. ولكن يستحب لهن.

“Adapun perempuan, maka tidak wajib baginya shalat berjama’ah, tidak fardhu ‘ain dan tidak pula fardhu kifayah. Akan tetapi, hukumnya adalah sunnah baginya.” [Raudhatuth-Thalibin, karya Yahya ibn Syaraf an-Nawawiy, hlm. 152]

Kedua: Dari Ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(لا تمنعوا نساءكم المساجد، وبيوتهن خير لهن).

“Janganlah kalian melarang istri kalian untuk pergi ke masjid. Akan tetapi, rumah mereka lebih baik bagi mereka.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (567).]

Dari hadits ini, kita dapat menyimpulkan bahwa walaupun shalat berjama’ah di masjid bagi perempuan itu hukumnya sunnah, tetapi shalatnya di rumahnya adalah lebih baik baginya. Bahkan, shalatnya di kamarnya adalah lebih baik lagi baginya.

Dari ‘Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(صلاة المرأة في بيتها أفضل من صلاتها في حجرتها، وصلاتها في مخدعها أفضل من صلاتها في بيتها).

“Shalatnya perempuan di rumahnya lebih baik daripada shalatnya di pekarangannya. Dan shalatnya di kamarnya lebih baik daripada shalatnya di rumahnya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (570).]

Itu karena shalatnya perempuan di kamarnya akan membuatnya lebih terjaga daripada jika dia shalat di ruangan lain di rumahnya atau di pekarangannya. Namun, walaupun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memperingatkan kita untuk tidak melarang mereka pergi shalat berjama’ah ke masjid.

Dalil lain dari bolehnya perempuan untuk pergi shalat berjama’ah ke masjid adalah bahwa dahulu para shahabiyyah melaksanakan shalat berjama’ah di masjid bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak melarang hal tersebut. Ibunda kita Ummu ‘Abdillah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كان النساء يصلين مع رسول الله صلى الله عليه وسلم، ثم ينصرفن متلفعات بمروطهن، ما يعرفن من الغلس.

“Para wanita biasa shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka beranjak pergi dalam keadaan terbungkus oleh pakaian mereka. Mereka tidak bisa dikenali karena gelap.” [Muttafaqun ‘alaihi, diriwayatkan oleh al-Bukhariy (578, 867) dan Muslim (645).]

Ketiga: Bolehnya perempuan untuk pergi shalat berjama’ah ke masjid ini adalah jika kondisinya aman tidak ada gangguan yang dapat membahayakannya, serta jika tidak ada fitnah (yakni, godaan) baik darinya kepada orang lain ataupun dari orang lain kepadanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(لا تمنعوا إماء الله مساجد الله، وليخرجن تفلات).

“Janganlah kalian melarang hamba Allah (perempuan) untuk pergi ke masjid-masjid Allah. Dan hendaknya mereka keluar tanpa memakai parfum.” [Hadits hasan shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (565).]

Oleh karena itu, wajib baginya untuk mengenakan pakaian syar’iy selama keluar rumah menuju masjid, serta tidak mengenakan parfum dan tidak melakukan hal lainnya yang dapat memberikan fitnah (godaan) kepada orang lain.

Abu Umar Andy Latief

Author: Andy Latief

Kami pernah belajar di School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK (jenjang S3), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), semuanya dalam bidang Fisika dengan konsentrasi Fisika Teori, dan menimba ilmu syar'iy sebagai mustami' di Ma'had Al-Ilmi Yogyakarta serta dengan bermulazamah kepada para masyayikh dan asatidzah, hafizhahumullahu ta'ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.