Pertanyaan: Jika memiliki sawah tetapi dikelola oleh orang lain, apakah zakatnya dibayar sebagai zakat harta sebesar nilai sawah, atau tunggu bagi hasil lalu dibayar sebagai zakat panen?

Jawab:

Jika seseorang memiliki sawah tetapi dikelola oleh orang lain, kemudian nanti setelah panen ada bagi hasil antara pemilik sawah dan orang yang mengelola, maka zakat yang wajib dibayarkan adalah zakat hasil pertanian, jika hasil panen dari sawah tersebut termasuk tanaman yang dizakati (seperti padi, gandum, kurma, dan anggur) dan jika hasil panen tersebut melebihi nishab.

Nishab dari hasil pertanian adalah 5 wasq, atau sebesar 1200 mudd, di mana 1 mudd adalah seukuran yang dapat dicakup oleh dua tangan dewasa berukuran normal ketika dirapatkan. Untuk beras, takaran 5 wasq ini berkisar antara 650-700 kg.

Besar zakat yang harus dikeluarkan adalah 1/10 (atau 10%) jika pengairannya dari air hujan, sungai, mata air, atau segala bentuk pengairan yang tidak membutuhkan tenaga dan biaya. Tetapi jika pengairannya adalah dari irigasi atau disirami, maka besar zakat yang harus dikeluarkan adalah 1/20 (atau 5%). Besaran zakat ini harus segera dibayarkan setelah panen kepada orang yang berhak menerima zakat.

Jika setelah bagi hasil, masing-masing dari pemilik dan pengelola sawah mendapatkan hasil panen yang melebihi nishab, maka wajib bagi keduanya untuk membayar zakat atas hasil panen yang didapat oleh masing-masing dari mereka. Tetapi jika masing-masing dari mereka tidak mendapatkan hasil panen yang melebihi nishab, maka harus dirinci kembali. Jika total hasil panennya tidak melebihi nishab, maka tidak ada kewajiban zakat bagi keduanya. Adapun jika total hasil panennya melebihi nishab, maka wajib bagi keduanya untuk membayar zakat atas hasil panen yang didapat oleh masing-masing.

Contoh: Jika pemilik sawah mendapatkan 800 kg beras sedangkan pengelola sawah mendapatkan 1200 kg beras, maka jelas di sini bahwa masing-masing dari mereka harus mengeluarkan zakat. Jika kita asumsikan (untuk seluruh contoh kasus yang akan disebutkan pada artikel ini) bahwa pengairan sawahnya adalah dari irigasi, maka pemilik sawah harus membayar zakat berupa beras seberat 5% dari 800 kg, sedangkan pengelola sawah 5% dari 1200 kg.

Jika pemilik sawah mendapatkan 100 kg beras sedangkan pengelola sawah mendapatkan 300 kg beras, maka total panen adalah sebesar 400 kg, dan angka ini kurang dari nishab. Maka, tidak ada kewajiban zakat bagi keduanya.

Adapun jika pemilik sawah mendapatkan 300 kg beras sedangkan pengelola sawah mendapatkan 500 kg beras, maka kita lihat bahwa masing-masing dari mereka tidak mendapatkan beras yang melebihi nishab. Akan tetapi, karena total hasil panennya adalah sebesar 800 kg, dan angka ini melebihi nishab, maka wajib bagi pemilik sawah untuk membayar zakat berupa beras seberat 5% dari 300 kg dan pengelola sawah 5% dari 500 kg.

Inilah tata cara pembayaran zakat atas harta yang bercampur kepemilikannya antara dua orang atau lebih.

Adapun jika kasusnya adalah seseorang menyewa sawah milik orang lain, di mana dia wajib untuk membayarkan uang sewa kepada pemilik sawah, kemudian nanti ketika panen akan ada bagi hasil antara pemilik dan penyewa sawah, maka wajib bagi penyewa sawah untuk membayar zakat pertanian sebagaimana rincian di atas, tanpa dikurangi oleh besaran uang sewa. Yakni, zakat pertanian yang harus dia bayarkan ketika panen, dan uang sewa yang harus dia bayarkan kepada pemilik sawah, itu adalah dua hal yang berbeda. Adapun pemilik sawah, maka wajib baginya untuk membayar zakat pertanian sebagaimana rincian di atas. Kemudian, uang sewa yang dia dapat dari penyewa sawah harus dibayar zakat malnya bersama dengan total uangnya yang lain, setelah mencapai nishab dan haul.

Abu Umar Andy Latief

Posted by Andy Latief

Kami adalah mahasiswa doktoral di Theoretical Physics Group, School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK. Sebelumnya, kami pernah belajar di Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), dan sebagai mustami’ di Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.