Syaikh Shalih ibn ‘Abdillah al-‘Ushaimiy hafizhahullah berkata:

Kemudian (penulis) menyebutkan bahwa ilmu diangkat dengan wafatnya ulama’. Lalu beliau menyebutkan hadits ‘Abdullah ibn ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma dalam Shahihain bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu seketika dari manusia, tetapi Dia mengangkat ilmu dengan diwafatkannya ulama’.” Jika seorang ahli ilmu meninggal, maka ilmunya ikut pergi bersamanya. Maka ilmu tersebut selalu ada bersama orang-orang sampai wafatnya ahli ilmu di antara mereka, sehingga tidak ada lagi ilmu di antara mereka. Jadi, ilmu itu diangkat dari orang-orang dengan diwafatkannya ulama’ mereka.

Jika hal ini dapat dipahami, maka wajib hukumnya untuk bersegera mengambil ilmu dari ulama’. Agar mereka tidak terseret pada zaman kejahilan, di mana tidak ada lagi orang yang mengetahui bagaimana beragama yang benar menurut yang dikehendaki oleh Allah.

Jika seseorang diberikan kelapangan untuk bisa bertemu dengan ahli ilmu, maka wajib baginya untuk mengambil ilmu darinya. Dan hendaknya dia menghindari perbuatan menunda-nunda. Sebagian salaf (ulama’ terdahulu) berkata, “Kata ‘nanti’ adalah salah satu dari bala tentara Iblis.” Ulama’ lainnya berkata, “Perbuatan menunda-nunda adalah termasuk sinarnya syaithan.” Yaitu, kilauan cahaya yang disebarkan oleh syaithan di antara orang-orang sampai mengisi hati mereka, sehingga mereka selalu menunda-nunda dan berharap-harap untuk menggapai tujuan dan cita-cita mereka, sampai hilanglah kesempatan untuk bisa mencapainya.

Dan kami sungguh telah melihat fenomena ini banyak sekali terjadi pada orang-orang, di mana mereka tinggal bersama para ulama’ yang merupakan ayah mereka sendiri. Tidak terbersit pada mereka untuk bersungguh-sungguh mengambil ilmu dari para ulama’ tersebut, kecuali setelah wafatnya. Kemudian orang-orang tersebut berharap-harap seandainya dulu diberikan kelapangan waktu untuk mengambil ilmu dari ayah-ayah mereka tersebut. Mereka mendambakan hal itu dalam hati sanubari mereka. Maka, mereka selalu saja menunda-nunda dan sekedar berharap-harap, sampai diwafatkannya ayah mereka dan mereka tidak sempat mengambil ilmu darinya.

Jika hal ini terjadi pada anak seorang ahli ilmu padahal ayahnya ada di rumahnya, maka ia lebih-lebih lagi bisa terjadi pada selainnya, yaitu pada mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seorang ahli ilmu kecuali waktu yang sangat singkat ketika kajian, majelis fatwa, atau waktu-waktu lainnya. Hal ini hendaknya membuat kita untuk bersegera mengambil ilmu dari ahlinya, dan hendaknya kita tidak membuang-buang waktu. Ini semua demi keselamatan dan kesuksesan diri kita sendiri.

Sungguh ahli ilmu itu adalah seperti cahaya yang menuntun anda pada jalannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika ahli ilmu tersebut meninggal, maka hilanglah cahaya tersebut. Barangsiapa yang mengambil ilmu dari lentera cahaya tersebut, mengambil cahaya yang dengannya dia bisa mendapatkan petunjuk, maka dia akan mendapatkan petunjuk. Sedangkan barangsiapa yang lalai sampai ahli ilmu tersebut meninggal, maka dia tidak akan mendapatkan cahaya yang dapat memberinya petunjuk.

Diterjemahkan oleh Andy Latief — @ Selly Oak, Birmingham, UK

Posted by Andy Latief

Kami adalah mahasiswa doktoral di Theoretical Physics Group, School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK. Sebelumnya, kami pernah belajar di Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), dan sebagai mustami’ di Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.