Sungguh tidak pantas bagi seorang muslim — terlebih lagi jika ia dikenal sebagai seorang da’i — untuk menyifati Allah dengan kata “online 24 jam”, “mak comblang”, “ngejapri Allah”, dan sederetan sifat-sifat yang tidak layak disematkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula tidak pantas untuk menggelari Nabi Musa ‘alaihis-salam sebagai “preman”, Nabi Dawud ‘alaihis-salam sebagai “vokalis” yang ketika beliau bertilawah kemudian disamakan dengan lagi “konser, single show Nabi Dawud”.

Apalagi sampai menyifati ibunda kita ummul-mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan sebutan “cewek gaul”. Kemudian membawakan perkataan tak berdalil bahwa “ciri cewek shalihah itu berat badannya harus di bawah 55 kg”.

Inilah perbuatan yang dapat merusak agama walaupun tidak da’i tersebut sadari. Ini bukan sekedar kesalahan diksi, tetapi diksi bisa salah karena rusaknya prinsip akidah tauhid asma’ wa shifat, yang berakibat pada hilangnya ta’zhim (pengagungan) pada Allah, dan kemudian beruntun pada hilangnya ta’zhim pada nabi dan rasulNya, serta pada para sahabat.

Dakwah adalah mengajak dan mengangkat manusia ke derajat yang lebih tinggi, yaitu agar mereka bisa mencontoh teladan Rasulullah dan para sahabatnya. Bukan dengan menurunkan derajat kita sehingga menjadi sama seperti orang yang didakwahi, yaitu masih sama-sama suka musik dan suka hedon. Boleh saja menyesuaikan bahasa dakwah kita dengan bahasa orang yang didakwahi, tetapi tentu selama tidak ada konsekuensi negatif atas pemilihan bahasa tersebut. Jika kita memilih kata yang kemudian mengakibatkan orang-orang kehilangan ta’zhim pada nabi dan rasulNya, pada para sahabat, terlebih lagi pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ketahuilah bahwa kita telah tergelincir pada kesalahan.

Semoga Allah senantiasa memberi kita dan mereka hidayah.

Abu Umar Andy Latief — @ Selly Oak, Birmingham, UK

Posted by Andy Latief

Kami adalah mahasiswa doktoral di Theoretical Physics Group, School of Physics and Astronomy, University of Birmingham, UK. Sebelumnya, kami pernah belajar di Departemen Fisika, Universitas Indonesia (jenjang S1), Department of Physics, University of Maryland College Park, US (jenjang S2), dan sebagai mustami’ di Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.