Dua narasi yang saling kontradiktif dari para pengusung Islam Nusantara

Di satu sisi mereka berkata bahwa Islam Nusantara adalah “hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, dan vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya, dan agama di Indonesia.”

Di sisi lain mereka bersemangat untuk mengenalkan Islam Nusantara kepada negara Islam lainnya, sehingga konsep ramah dan toleran yang diusung dalam Islam Nusantara bisa ditularkan ke negara lain.

Kalau memang Islam Nusantara itu adalah Islam yang khas untuk Indonesia, mengapa malah ingin mengenalkannya pada negara Islam lainnya yang memiliki kekhasan budaya dan karakter sosial yang berbeda?

Kalau memang konsep yang ingin diunggulkan dari Islam Nusantara adalah keramahan dan toleransi, apakah Islam itu masih kurang ramah dan kurang toleran? Apakah mereka hendak berkata bahwa ajaran yang terkandung dalam Qur’an dan Sunnah itu masih kurang ramah dan toleran kecuali setelah “diinteraksikan, dikontekstualisasikan, diindigenisasikan, dan divernakularisasikan” dengan budaya Indonesia?

Sudahlah, jujur saja. Sebenarnya Islam Nusantara itu hanyalah alat untuk membentengi ideologi asy’ariy maturidiy yang dewasa ini sudah mulai banyak tergerus oleh manhaj salaf.

Mereka mencoba menggiring opini bahwa yang asli Nusantara itu hanyalah ideologi asy’ariy maturidiy, sedangkan manhaj salaf adalah impor dari negeri arab.

Dan mereka juga ingin meredam dakwah salaf, yang sangat aktif mengajarkan masyarakat tentang kesyirikan dan kebid’ahan, agar tidak lagi memperingatkan umat dari kesyirikan dan kebid’ahan.

Itu mengapa mereka katakan bahwa para da’i yang mengajarkan hakikat syirik dan bid’ah sebagai da’i yang tidak ramah dan tidak toleran. Kalau memang tidak setuju, maka monggo bantah saja secara ilmiah di kajian anda masing-masing. Justru yang tidak ramah dan tidak toleran itu adalah orang-orang yang gemar demo untuk menggagalkan kajian. Apakah anda memang sudah tidak mampu untuk membuat bantahan secara ilmiah sehingga beralih tidak lagi menggunakan ilmu tetapi malah mengandalkan otot?

Andy Latief — @ Selly Oak, Birmingham, UK



Categories: Akidah & Manhaj, Bahasa Indonesia

Tags:

1 reply

  1. siapakah penggagas dan tokohnya saat ini Pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.