Demonstrasi itu haram secara syari’at

Karena ia merupakan adab yang buruk dalam menasihati ulil-amri atau pemerintah.

Karena ia merupakan bentuk tasyabbuh bil-kuffar (menyerupai orang kafir).

Karena ia merupakan pintu masuk provokasi, adu domba, yang bisa jadi akan berujung pada pertumpahan darah.

Banyak orang berkata, “Tapi kan demonstrasi itu legal di negeri kita?”

Kita katakan, “Jika sesuatu yang haram secara syari’at itu tidak boleh kita lakukan walaupun ia diperintahkan oleh ulil-amri, maka apalagi jika sesuatu yang haram itu sekedar dilegalkan (dibolehkan) oleh ulil-amri!”

Jika ulil-amri memerintahkan kita untuk minum khamr misalnya (dan alhamdulillah pemerintah kita tidak memerintahkannya), maka kita tidak boleh melakukannya karena itu adalah kemaksiatan kepada Allah.

Apalagi jika ulil-amri hanya sekedar melegalkan (membolehkan) untuk melakukan demonstrasi (padahal demonstrasi itu haram secara syari’at), maka tentu lebih-lebih lagi, kita tidak boleh melakukannya.

Andy Octavian Latief — @ Pogung Dalangan, Yogyakarta



Categories: Akidah & Manhaj, Bahasa Indonesia

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.