Category: Manhaj Beragama

Dua narasi yang saling kontradiktif dari para pengusung Islam Nusantara

Di satu sisi mereka berkata bahwa Islam Nusantara adalah “hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, dan vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya, dan agama di Indonesia.” Di sisi lain mereka bersemangat untuk mengenalkan Islam Nusantara kepada […]

Ke manakah hilangnya ta’zhim kepada Allah, para nabi dan rasulNya, dan para sahabat?

Sungguh tidak pantas bagi seorang muslim — terlebih lagi jika ia dikenal sebagai seorang da’i — untuk menyifati Allah dengan kata “online 24 jam”, “mak comblang”, “ngejapri Allah”, dan sederetan sifat-sifat yang tidak layak disematkan […]

Terorisme ada karena syubhat yang melanda, maka cuma ahli ilmu yang dapat menumpasnya hingga akar-akarnya

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du. Saudaraku, kita semua tahu bahwa terorisme adalah kejahatan yang sangat jelas keharamannya dalam Islam. Akan tetapi, janganlah semangat dan niat baik kita […]

Bolehkah kita mengkritik penguasa secara terang-terangan?

Pertanyaan: Apakah mengkritik penguasa di atas mimbar adalah termasuk manhaj salaf? Bagaimana manhaj (metode) dari para salaf (generasi terdahulu) dalam masalah menasihati penguasa? Jawaban Syaikh ‘Abdul-‘Aziz ibn ‘Abdillah ibn Baz rahimahullah: Bukanlah termasuk manhaj dari para […]

Apakah yang tidak disebut dalam dalil itu bid’ah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada tiga jenis perkara yang harus kita ketahui. Jenis pertama: Perkara yang ditetapkan oleh syari’at sebagai mashlahat. Ini adalah perkara yang disyari’atkan oleh Allah dan RasulNya, baik itu dengan cara menyebutkan […]

Mengikuti Sunnah Nabi dalam beribadah

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas salah satu dari dua syarat diterimanya ibadah, yaitu ikhlas. Seseorang yang beribadah haruslah mengarahkan ibadahnya hanya kepada Allah dan meluruskan niatnya ketika melakukan ibadahnya tersebut. Akan tetapi, ada satu […]